Kereta Perjuangan
Matahari mulai terbit, sinarnyapun menyudut ke lorong-lorong yang sempit.
Ada rasa diri untuk bangkit, namun mengapa terasa sangat sulit.
Kuawali dengan kata tanya?
Semua mimpi dan cita-citamu apakah hanya sebatas wacana? Atau akan terwujud menjadi nyata?
Semua itu pilihanmu!
Iya, semua itu ada pada tekat dan semangat belajarmu, untuk bangkit mengejar mimpi itu.
Mungkin nanti akan kau temui, gerimis yang mengguyur badanmu, pena-pena yang membuat tanganmu letih, bebatuan yang membuat kakimu berdarah, bahkan badai yang akan membuatmu menyerah.
Terjatuh, tergelincir, gagal, merasa tak mampu, tak percaya diri mesti akan kau alami, tapi ingat!
Tolong jagan pernah berhenti!!
Tidakkah kau ingat ambisimu yang dulu, yang ingin berhasil menggapai mimpi, ingin mengubah segalanya, dan tidakkah kau ingat perjuangan ayah dan ibumu? Yang berjuang tak mengenal lelah, banting tulang siang malam hanya untuk mengusahakan pendidikanmu??
Tidakkah kau tau berapa banyak air mata ibumu yang terjatuh kala merindukanmu dan mendoakanmu?
Dan tentang perjuangan orang tuamu yang selalu merwatmu sejak kecil hingga saat ini, tanpa meminta imbalan sedikitpun darimu.
Akankah kau tega membalasnya dengan sikap malas belajarmu itu? Bahkan uang yang mereka berikan namun kau hambur-hamburkan dengan percuma.
Dulu kau bilang, ingin sekali membahagiakan mereka, membawanya kesuatu tempat dan menikmati masa tuanya dengan nikmat. Apakah kau lupa dengan itu semua?
Tak ada kata terlambat selama kata masih bisa terucap, janji masih bisa ditepati, jantungpun masih berdetak. Bangkitlah walaupun itu sulit, dan percayalah badai pasti akan berlalu, seiring semangat atas dirimu.

Komentar
Posting Komentar