Mengapa Harus Membuka Aib Orang Lain?
Ada seorang pemuda yang sangat beruntung. Dia menemukan sebutir mutiara yang besar dan sangat indah. Namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tersebut.
Hatinya terus bergumam, kalau lah tidak ada titik noda hitam, Mutiara ini akan menjadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia!
Semakin dia pikiran semakin kecewa hatinya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan menguliti lapisan permukaan mutiara.
Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tersebut masih tetap ada.
Dia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan titik noda itu akan hilang. Tapi ternyata noda tersebut masih tetap ada.
Lalu dengan tidak sabar, dia menguliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir. Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tersebut ikut hilang.
Begitu pula dalam
kehidupan nyata.
Kita kerap mempersalahkan dan membesar-besarkan hal yang kecil, yang tidak penting, sehingga akhirnya merusak nilai yang besar.
Persahabatan yang terjalin indah bertahun-tahun berubah menjadi permusuhan, hanya karena sepatah kata pahit yang mestinya tidak perlu.
Keluarga yang rukun dan harmonis pun jadi hancur hanya karena perdebatan kecil yang tak penting.
Yang remeh kerap dipersalahkan, yang penting dan berharga lupa terabaikan.
Setitik kekurangan diingat seumur hidup dan di sebar kesana sini, seribu kebaikan pun dilupakan dan menjadi tak berarti.
Rasulullah saw bersabda:
_"Mu'min yang dicintai Allah adalah yang sibuk mencari aib atau kekurangan dirinya sendiri ketimbang sibuk mencari aib dan kekurangan orang lain" (HR. Muslim)
Konklusi dari Hadis ini setiap orang di dunia ini pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Sebab manusia tak pernah luput dari kesalahan atau kehilafan, tentunya kita harus sering-sering bercermin kedalam diri kita sendiri, mengoreksi segala kekurangan yang ada.
Sungguh begitu banyak aib dalam diri kita yang bisa jadi tidak kita sadari. Dan jika Allah SWT menampakkan aib-aib kita di muka bumi ini, tentu kita tak akan mampu mengangkat wajah kita. Namu selama ini Allah lah yang memiliki kuasa untuk menutupi setiap aib kita.
Akan tetapi mengapa seringkali kita lebih banyak menilai atau mengoreksi, bahkan mengumbar aib saudara kita sendiri yang belom tentu aib itu melekat pada orang yang kita nilai. Orang yang lebih suka membuka aib saudaranya sediri seperti tulang yang menusuk ke dalam daging. Semakin sering kita membuka aib orang lain, maka semakin keruh dan buta hati kita. Naudzubillah, padahal jika kita melihat dan menelusuri ke dalam diri kita sendiri bisa jadi aib kita lebih banyak di bandikan orang yang sering kita nilai keburukanya, jagan sampai kita buta akan aib sendiri tetapi selalu membuka aib-aib orang lain, peribadi yang suka mengumbar aib orang lain, sesungguhnya hatinya telah kering akan kebaikan, tandus dan panas dalam kebusuka .
*Saudaraku..belajarlah menerima kekurangan apapun yang ada dalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain. Bukankah tak ada yang sempurna di dunia ini?
*Karena kesempurnaan itu hanyalah milik Allah ta'ala semata.
Semoga bermanfaat...
Cairo,24 maret 2020,
@Muhammad Akhwan jauhari.

Siraman qolbu alhamdulillahhh terimakasih. Di tunggu tulisan selanjutnya
BalasHapusSama2 mb jangan lupa di sher ya!!
HapusSukses bro !
BalasHapusAmin ya Allah..antum juga bro..😁
HapusKeren.....
BalasHapus